About

Ingatan Sosial Seorang Introvert


elfaqar.blogspot.com - Selasa, 18 April 2017. Hari ini sepulang kerja saya singgah ke kampus. Sekadar melepas penat dan sedikit menyegarkan ingatan tentang kampus. Sekretariat tidak lagi seperti dulu. Ramai dan berisik. 
Saya masuk dan hanya sendirian saja di dalamnya. Saya dengar Bili tidak lagi tidur di situ, agak sedih mendengarnya. Akhirnya putus sudah generasi "penjaga sekre" sampai kepada dirinya. 

Terlalu banyak kenangan yang saya habiskan di dalam ruangan ini. Ingatan yang menyenangkan maupun tidak, bukan hanya sekedar tempat tinggal, makan dan tidur. Namun, juga tempat keluarga yang lain. 

Mungkin bagi sebagian orang akan menganggap itu hal sepele, tapi tidak bagi introvert seperti saya. Mampu bersosialisasi dengan baik adalah impian kami. Walau jauh dari harapan ketika para introvert berkumpul dengan orang lain.

Berbicara tentang sosial, khususnya kehidupan sosial. Saya pribadi sekarang ini seolah-olah tak lagi memiliki kehidupan sosial sendiri. Kebanyakan waktu yang saya habiskan dari bangun tidur hingga tidur, lagi hanya diisi segelintir orang yang benar-benar saya kenal. 

Saya pergi kerja ke kantor, pulang kerja matahari sudah hilang. Menghabiskan malam dengan menyegarkan otak menonton film dan bermain game. Hari berikutnya seperti itu lagi. 

Putaran roda kehidupan seolah terlalu statis saat ini di mata saya. Tidak ada lagi yang namanya kehidupan sosial, kehidupan sosial di dunia maya pun begitu. Hanya menjadi seorang silent reader. Ingin berkomentar merasa canggung, akhirnya hanya bisa membaca dan berusaha empati terhadap kesenangan orang lain.

Di antara beberapa teman di dunia maya, ada yang berbagi tentang kebahagiaan mereka. Yang mana akhirnya bertemu dengan pasangan yang mereka idam-idamkan sejak dulu. 

Ada pula yang menebar pesona dengan berfoto kepala agak menunduk dan mata melihat ke atas. Ada pula yang mengeluh tentang jalanan di kampungnya yang gelap gulita karena pemerintah memutus aliran listrik di jalan. 

Saya jarang menunjukkan kehidupan pribadi kepada mereka. Saya pikir ini adalah kehidupan pribadi yang tak layak diumbar-umbar. 

Akhirnya kehidupan sosial di masa sekarang ini tidak lagi membuat manusia menjadi makhluk sosial seutuhnya. Mereka saling sikut dan bertentangan dengan hal yang tak ada manfaatnya sama sekali. 

Menurut saya itu bukanlah kehidupan sosial sesungguhnya. Seyogyanya makhluk sosial ialah saling menolong dan bekerja sama, tanpa membedakan asal golongan, ras, dan ideologi mana mereka. 

Mungkin para introvert akan lebih mengerti tulisan ini ketimbang para sosialis palsu yang sekarang sedang bertebaran di dunia maya dan nyata. Setiap hari terus-menerus menebar benih kebencian dengan landasan Tuhan.

Ingatan Sosial Seorang Introvert

Ingatan Sosial Seorang Introvert


elfaqar.blogspot.com - Selasa, 18 April 2017. Hari ini sepulang kerja saya singgah ke kampus. Sekadar melepas penat dan sedikit menyegarkan ingatan tentang kampus. Sekretariat tidak lagi seperti dulu. Ramai dan berisik. 
Saya masuk dan hanya sendirian saja di dalamnya. Saya dengar Bili tidak lagi tidur di situ, agak sedih mendengarnya. Akhirnya putus sudah generasi "penjaga sekre" sampai kepada dirinya. 

Terlalu banyak kenangan yang saya habiskan di dalam ruangan ini. Ingatan yang menyenangkan maupun tidak, bukan hanya sekedar tempat tinggal, makan dan tidur. Namun, juga tempat keluarga yang lain. 

Mungkin bagi sebagian orang akan menganggap itu hal sepele, tapi tidak bagi introvert seperti saya. Mampu bersosialisasi dengan baik adalah impian kami. Walau jauh dari harapan ketika para introvert berkumpul dengan orang lain.

Berbicara tentang sosial, khususnya kehidupan sosial. Saya pribadi sekarang ini seolah-olah tak lagi memiliki kehidupan sosial sendiri. Kebanyakan waktu yang saya habiskan dari bangun tidur hingga tidur, lagi hanya diisi segelintir orang yang benar-benar saya kenal. 

Saya pergi kerja ke kantor, pulang kerja matahari sudah hilang. Menghabiskan malam dengan menyegarkan otak menonton film dan bermain game. Hari berikutnya seperti itu lagi. 

Putaran roda kehidupan seolah terlalu statis saat ini di mata saya. Tidak ada lagi yang namanya kehidupan sosial, kehidupan sosial di dunia maya pun begitu. Hanya menjadi seorang silent reader. Ingin berkomentar merasa canggung, akhirnya hanya bisa membaca dan berusaha empati terhadap kesenangan orang lain.

Di antara beberapa teman di dunia maya, ada yang berbagi tentang kebahagiaan mereka. Yang mana akhirnya bertemu dengan pasangan yang mereka idam-idamkan sejak dulu. 

Ada pula yang menebar pesona dengan berfoto kepala agak menunduk dan mata melihat ke atas. Ada pula yang mengeluh tentang jalanan di kampungnya yang gelap gulita karena pemerintah memutus aliran listrik di jalan. 

Saya jarang menunjukkan kehidupan pribadi kepada mereka. Saya pikir ini adalah kehidupan pribadi yang tak layak diumbar-umbar. 

Akhirnya kehidupan sosial di masa sekarang ini tidak lagi membuat manusia menjadi makhluk sosial seutuhnya. Mereka saling sikut dan bertentangan dengan hal yang tak ada manfaatnya sama sekali. 

Menurut saya itu bukanlah kehidupan sosial sesungguhnya. Seyogyanya makhluk sosial ialah saling menolong dan bekerja sama, tanpa membedakan asal golongan, ras, dan ideologi mana mereka. 

Mungkin para introvert akan lebih mengerti tulisan ini ketimbang para sosialis palsu yang sekarang sedang bertebaran di dunia maya dan nyata. Setiap hari terus-menerus menebar benih kebencian dengan landasan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar