About

Langit

Langit

Karya: Zulfikar (Banjarmasin, 09 Oktober 2026)


 mengepul asap di langit  bukan dari pabrik yang sedang produksi  atau pesawat ulang alik yang sedang diuji


warna jingga mewarnai langit 

bukan bayangan senja di sore hari 

apalagi cerita yang belum selesai


hutan terbakar, tanah mulai mati 

bukan sekadar ranting yang kehilangan duri 

atau daun-daun gugur menanti pagi


api menjalar, angin membawa pergi 

menelan hijau yang diwariskan leluhur negeri 

meninggalkan abu di tanah yang kami cintai


di Kalimantan, napas mulai tersakiti 

bukan hanya manusia yang harus menghindari 

satwa kehilangan rumah, ke mana lagi mereka berlari?


siapa yang peduli saat hutan tak lagi berdiri?

siapa yang mendengar ketika alam menjerit lirih? 

atau haruskah semuanya habis lebih dahulu 

agar kita sadar, yang terbakar bukan sekadar kayu?


sebab jingga kali ini bukan warna yang menari 

melainkan peringatan yang tak boleh kita ingkari 

bahwa hutan bukan warisan untuk dihabisi 

dan bumi bukan titipan untuk kita lukai.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar