About

elfaqar.blogspot.com - Berbicara soal pekerjaan. Saya sudah mulai bekerja saat masih duduk di bangku Sekolah. 

pekerjaan


Rental Pengetikan dan Cetak Foto

Saat itu ayah membuka usaha rental pengetikan dan cetak foto. Secara otomatis saya yang menjadi karyawannya. Ketika sudah tamat SMP dan memasuki SMA, saya mulai sibuk dengan kegiatan yang ada di sekolah. Sehingga bekerja di rental ayah harus mulai dikurangi. 

Naik ke kelas 2 SMA. Kami sekeluarga pindah ke Batulicin, Kalimantan Selatan, Saya dibekali ayah notebook pentium 1. Hal ini membuat saya berinisiatif untuk memulai jasa pengetikan di sekolah. 

Order tidak datang setiap hari, akan tetapi lumayan ketika ada tugas dari sekolah. Saya akan menjadi orang pertama yang diserbu kawan-kawan untuk bisa mengerjakan tugas mereka. Jadilah saya seorang tukang ketik semasa sekolah. Untuk mencetak hasil ketikan, saya seringkali pergi ke rental yang dibuka oleh seorang guru di sekolah.

Masuk ke jenjang perkuliahan. Ayah membelikan sebuah laptop bertenaga intel celeron, dengan RAM 512 MB. Saya merasa senang, walaupun prosesornya tidak begitu canggih. 

Di kampus saya mulai lagi jasa pengetikan. Saat semester 1 lumayan sibuk dan order lumayan banyak. Namun, ketika memasuki semester 2 dan seterusnya tugas-tugas kuliah mulai menumpuk. Saya mulai kewalahan dengan kuliah dan beberapa kegiatan organisasi, sehingga harus menghentikan sementara pekerjaan itu.

Desainer Grafis, Jaga Rental PS, Hingga Berwirausaha 

Nah, kali ini adalah awal mula perjalanan saya menapaki dunia desain grafis dan beberapa pekerjaan lainnya.

Ketika memasuki semester 4, saya mencoba melamar di sebuah percetakan kecil di sekitar kampus. Bermodal pengalaman pernah mendesain buletin di kampus, akhirnya saya diterima. Akan tetapi, baru satu bulan bekerja saya langsung diberhentikan. Mungkin karena ilmu desain grafis saya yang pas pasan.

Sekitar tahun 2009, saya melamar di sebuah rental game Play Station. Di sana saya hanya bekerja selama 3 bulan. Akhirnya nganggur lagi selama beberapa bulan. Kuliah dan kegiatan organisasi sudah mulai berantakan.

Awal tahun 2012, saya bekerja di perusahaan percetakan terbesar se Kalselteng saat itu. PT. Grafika Wangi Kalimantan (GWK), percetakan korannya Banjarmasin Post. Kali ini sistem kerja yang dipakai ialah sistem kontrak, selama 6 bulan. Setelah kontrak habis mereka tidak berniat melanjutkan. Untunglah banyak sekali ilmu dan pengalaman yang bisa saya ambil dari sana.

Berbekal ilmu 6 bulan bekerja di GWK dan surat pengalaman kerja, saya mencoba melamar di sebuah percetakan, ALFI Digital Printing. Di sana saya bekerja sebagai desainer grafis sekitar 1 tahun. 

Ketika saya merasa ilmu sudah mumpuni dan modal sudah ada. Saya mencoba membuka percetakan sendiri, sembari bekerja di ALFI. Akan tetapi, memang harus ada yang dikorbankan. Usaha yang baru dibangun atau tetap bekerja di ALFI. 

Saya pun memilih untuk menekuni usaha dan berhenti bekerja di ALFI.

Di masa berwirausaha, saya menekuni berbagai bidang. Mulai dari sablon baju, cetakan, bikin aksesoris, hingga servis komputer dan printer. Semua saya lakoni, untuk bisa bertahan.

Gulung Tikar dan Kembali Menjadi Buruh Grafis

Waktu silih berganti. Konsep wirausaha yang saya pakai semakin tertinggal, sehingga tidak mampu mengikuti perkembangan zaman. 

Malang tak dapat dielakkan, untung pun tak dapat diraih. Pertengahan tahun 2015, saya harus gulung tikar karena beberapa hal. Akhirnya, saya terpaksa menutup usaha itu. 

Beberapa bulan menganggur rasanya memang tidak enak. Barang-barang di rumah pun satu per satu terjual demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jadi tukang servis panggilan juga kurang mencukupi kebutuhan saya dan keluarga.

Sekitar akhir tahun 2015, saya mendapatkan tawaran bekerja di sebuah perusahaan percetakan di Banjarmasin, Indo Citra Media. Cukup lama saya bekerja di sana hingga tahun 2019.

Saya rasa semakin hari roda waktu semakin cepat. Beberapa hal mulai berubah, namun perusahaan tempat saya bekerja tidak berkembang. Saya berhenti di tahun ke empat, dan menganggur lagi selama beberapa waktu.

Desainer Grafis di Media Online

April 2019, saya bekerja kembali sebagai desainer grafis di sebuah media online. apahabar.com. Perusahaan ini terbilang masih baru.

Ketika saya baru masuk, umurnya masih beberapa bulan. Namun, karena sokongan dana dari investor yang begitu besar. Perusahaan ini berkembang cukup cepat jika dibandingkan dengan media online lainnya yang ada di Banjarmasin. 

Bekerja Rangkap Merangkap

Sekarang hampir memasuki penghujung tahun 2020. Saya masih bekerja di apahabar.com. Kontrak kedua sudah saya tandatangani. Selama setahun belakangan, saya mempelajari bagaimana menjalankan usaha media online. 

Ternyata cukup menarik. Saya pun berinisiatif melanjutkan beberapa proyek yang dulu pernah dibangun bersama seorang kawan.

Di kantor apahabar.com saya melakukan beberapa pekerjaan. Terkadang menjadi desainer, kadang juga mengurus teknis web nya (karena beberapa waktu lalu ada kendala di masalah IT). 

Tak jarang juga urusan cetak-mencetak di kantor saya yang mengurusi (mungkin karena dianggap berpengalaman di bidang percetakan).

Satu hal yang agak saya sesalkan. Bekerja di apahabar.com kurang mendapat reward dari atasan. Bukannya tidak bersyukur, hanya saja gaji yang saya terima masih berada di bawah standar rata-rata yang ditetapkan pemerintah. Saya harap di perusahaan ini kelak akan ada perbaikan, karena saya senang bekerja di sini.

Sembari bekerja di apahabar.com, saya masih sering menerima order cetak atau pun servis komputer di luaran. Hal ini semata-mata demi menjaga agar dapur tetap ngepul.

Memasuki tahun 2021, merupakan tahun terberat di semua lini usaha. Pasalnya, banyak terjadi PHK besar-besaran akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda. Untunglah saya tidak termasuk yang di PHK kala itu.

Di sela-sela kesibukan, saya menyempatkan diri mempelajari beberapa hal terkait dunia IT. Mulai dari SEO, digital marketing, website building, dan beberapa hal teknis lainnya.

Karena hal tersebut saya kemudian secara resmi merangkap jabatan sebagai desainer grafis yang juga mengurusi soal website di kantor.

Multimedia Content Creator

Pertengahan 2021, saya ditunjuk untuk mengisi konten yang ada di tiktok apahabar. Kala itu pengikutnya masih kisaran 500an.

Tidak seperti instagram dan facebook yang dikerjakan beramai-ramai. Ngurus tiktok solo itu kurang asyik.

Akhirnya, saya mulai belajar bagaimana membuat sebuah konten video tanpa voiceover dan menampilkan wajah. Saya belajar dari beberapa sosial media online yang sudah lumayan besar. Seperti kumparan, bpost, detik, narasi, opini id, dan banyak lainnya.

Pengikut tiktok apahabar kemudian naik drastis setelah saya rutin meng-upload video. Terkadang ketika ada anak magang, saya juga ikut mengajari mereka untuk membantu tugas saya.

Namun makin ke sini, saya rasa tidak ada perhatian dari redaksi, ataupun dewan direksi terhadap apa yang saya kerjakan. Mungkin mereka mengira hal tersebut mudah untuk dilakukan.

Boro-boro reward, saat rapat besar pun kadang pertumbuhan media sosial tiktok jarang tersentuh ke dalam pembicaraan. Akhirnya, ketika pengikut sudah mencapai 25ribu saya mulai uring-uringan untuk mengerjakan konten.

Saya pun mulai agak fokus mengerjakan beberapa proyek pribadi yang sejak 2020 lalu saya kerjakan bersama seorang teman.


Kerjaan Sampingan

Selain bekerja di perusahaan orang lain, saya pun berfikir bagaimana untuk bisa menghasilkan sendiri, jika suatu saat saya tidak bekerja lagi di sana.

Saya dan seorang teman bekerja sama untuk membuat sebuah agensi yang bergerak di bidang IT. Walaupun masih dijalankan secara kecil-kecilan, namun kami sudah mengerjakan beberapa proyek terbilang cukup mumpuni dan profesional.

Agensi tersebut kami namakan Hancau Creative Digital. Kami melayani mulai dari pembuatan website, konten media sosial, IT support, desainer grafis, dan beberapa hal teknis lainnya terkait dunia IT.

Walaupun tidak memiliki badan hukum, kami selalu profesional dalam mengerjakan proyek yang diberikan oleh klien.

Full IT Support

Tahun 2022, saya masih bekerja di apahabar. Hingga akhirnya, perusahaan ini melakukan ekspansi dan kini berkantor pusat di Jakarta. 

Pertengahan tahun 2022, saya diberangkatkan ke Jakarta untuk mempelajari CMS website yang baru. Untuk kemudian disosialisasikan kepada teman-teman yang ada di Banjarmasin. 

Oktober lalu perusahaan melakukan perekrutan karyawan baru, salah satunya desainer grafis untuk menggantikan saya. Beban pekerjaan saya sudah mulai agak ringan. 

Sejak saat itu saya sudah tidak lagi menjabat sebagai desainer grafis, namun berganti menjadi IT support untuk website apahabar yang ada di Banjarmasin.

Sebagai IT support, tugas saya antara lain mencakup analisis data dari Google Analytics, analisis Google AdSense, SEO, dan beberapa hal teknis lainnya yang berhubungan dengan website dan perangkat komputer di kantor.

Saya dengar UMP tiap provinsi tahun 2023 bakal naik. Saya harap akan ada penyesuaian terhadap gaji yang biasa saya terima setiap bulannya.

Pekerjaan ini selesai, di bulan Februari 2024, karena media tersebut harus tutup dan tidak lagi boleh beroperasi.


Freelance Video Editor

Pada kuartal keempat di tahun 2023 saya bekerja sebagai freelance video editor untuk salah satu project Denny Sumargo. Namun itu hanya kontrak selama 3 bulan.

Namun kabar gembiranya, sebulan kemudia saya dikontak kembali oleh tim marketing mereka dan ditawari pekerjaan freelance dan akan dibayar per video. 

Dengan negosiasi yang tidak begitu alot, dan ini merupakan pekerjaan perdana freelance saya sebagai video editor, saya pun menyetujui tawaran dari mereka.

Hingga saat ini saya masih aktif melakukan editing untuk project nya Denny Sumargo.

Riwayat Pekerjaan

elfaqar.blogspot.com - Berbicara soal pekerjaan. Saya sudah mulai bekerja saat masih duduk di bangku Sekolah. 

pekerjaan


Rental Pengetikan dan Cetak Foto

Saat itu ayah membuka usaha rental pengetikan dan cetak foto. Secara otomatis saya yang menjadi karyawannya. Ketika sudah tamat SMP dan memasuki SMA, saya mulai sibuk dengan kegiatan yang ada di sekolah. Sehingga bekerja di rental ayah harus mulai dikurangi. 

Naik ke kelas 2 SMA. Kami sekeluarga pindah ke Batulicin, Kalimantan Selatan, Saya dibekali ayah notebook pentium 1. Hal ini membuat saya berinisiatif untuk memulai jasa pengetikan di sekolah. 

Order tidak datang setiap hari, akan tetapi lumayan ketika ada tugas dari sekolah. Saya akan menjadi orang pertama yang diserbu kawan-kawan untuk bisa mengerjakan tugas mereka. Jadilah saya seorang tukang ketik semasa sekolah. Untuk mencetak hasil ketikan, saya seringkali pergi ke rental yang dibuka oleh seorang guru di sekolah.

Masuk ke jenjang perkuliahan. Ayah membelikan sebuah laptop bertenaga intel celeron, dengan RAM 512 MB. Saya merasa senang, walaupun prosesornya tidak begitu canggih. 

Di kampus saya mulai lagi jasa pengetikan. Saat semester 1 lumayan sibuk dan order lumayan banyak. Namun, ketika memasuki semester 2 dan seterusnya tugas-tugas kuliah mulai menumpuk. Saya mulai kewalahan dengan kuliah dan beberapa kegiatan organisasi, sehingga harus menghentikan sementara pekerjaan itu.

Desainer Grafis, Jaga Rental PS, Hingga Berwirausaha 

Nah, kali ini adalah awal mula perjalanan saya menapaki dunia desain grafis dan beberapa pekerjaan lainnya.

Ketika memasuki semester 4, saya mencoba melamar di sebuah percetakan kecil di sekitar kampus. Bermodal pengalaman pernah mendesain buletin di kampus, akhirnya saya diterima. Akan tetapi, baru satu bulan bekerja saya langsung diberhentikan. Mungkin karena ilmu desain grafis saya yang pas pasan.

Sekitar tahun 2009, saya melamar di sebuah rental game Play Station. Di sana saya hanya bekerja selama 3 bulan. Akhirnya nganggur lagi selama beberapa bulan. Kuliah dan kegiatan organisasi sudah mulai berantakan.

Awal tahun 2012, saya bekerja di perusahaan percetakan terbesar se Kalselteng saat itu. PT. Grafika Wangi Kalimantan (GWK), percetakan korannya Banjarmasin Post. Kali ini sistem kerja yang dipakai ialah sistem kontrak, selama 6 bulan. Setelah kontrak habis mereka tidak berniat melanjutkan. Untunglah banyak sekali ilmu dan pengalaman yang bisa saya ambil dari sana.

Berbekal ilmu 6 bulan bekerja di GWK dan surat pengalaman kerja, saya mencoba melamar di sebuah percetakan, ALFI Digital Printing. Di sana saya bekerja sebagai desainer grafis sekitar 1 tahun. 

Ketika saya merasa ilmu sudah mumpuni dan modal sudah ada. Saya mencoba membuka percetakan sendiri, sembari bekerja di ALFI. Akan tetapi, memang harus ada yang dikorbankan. Usaha yang baru dibangun atau tetap bekerja di ALFI. 

Saya pun memilih untuk menekuni usaha dan berhenti bekerja di ALFI.

Di masa berwirausaha, saya menekuni berbagai bidang. Mulai dari sablon baju, cetakan, bikin aksesoris, hingga servis komputer dan printer. Semua saya lakoni, untuk bisa bertahan.

Gulung Tikar dan Kembali Menjadi Buruh Grafis

Waktu silih berganti. Konsep wirausaha yang saya pakai semakin tertinggal, sehingga tidak mampu mengikuti perkembangan zaman. 

Malang tak dapat dielakkan, untung pun tak dapat diraih. Pertengahan tahun 2015, saya harus gulung tikar karena beberapa hal. Akhirnya, saya terpaksa menutup usaha itu. 

Beberapa bulan menganggur rasanya memang tidak enak. Barang-barang di rumah pun satu per satu terjual demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jadi tukang servis panggilan juga kurang mencukupi kebutuhan saya dan keluarga.

Sekitar akhir tahun 2015, saya mendapatkan tawaran bekerja di sebuah perusahaan percetakan di Banjarmasin, Indo Citra Media. Cukup lama saya bekerja di sana hingga tahun 2019.

Saya rasa semakin hari roda waktu semakin cepat. Beberapa hal mulai berubah, namun perusahaan tempat saya bekerja tidak berkembang. Saya berhenti di tahun ke empat, dan menganggur lagi selama beberapa waktu.

Desainer Grafis di Media Online

April 2019, saya bekerja kembali sebagai desainer grafis di sebuah media online. apahabar.com. Perusahaan ini terbilang masih baru.

Ketika saya baru masuk, umurnya masih beberapa bulan. Namun, karena sokongan dana dari investor yang begitu besar. Perusahaan ini berkembang cukup cepat jika dibandingkan dengan media online lainnya yang ada di Banjarmasin. 

Bekerja Rangkap Merangkap

Sekarang hampir memasuki penghujung tahun 2020. Saya masih bekerja di apahabar.com. Kontrak kedua sudah saya tandatangani. Selama setahun belakangan, saya mempelajari bagaimana menjalankan usaha media online. 

Ternyata cukup menarik. Saya pun berinisiatif melanjutkan beberapa proyek yang dulu pernah dibangun bersama seorang kawan.

Di kantor apahabar.com saya melakukan beberapa pekerjaan. Terkadang menjadi desainer, kadang juga mengurus teknis web nya (karena beberapa waktu lalu ada kendala di masalah IT). 

Tak jarang juga urusan cetak-mencetak di kantor saya yang mengurusi (mungkin karena dianggap berpengalaman di bidang percetakan).

Satu hal yang agak saya sesalkan. Bekerja di apahabar.com kurang mendapat reward dari atasan. Bukannya tidak bersyukur, hanya saja gaji yang saya terima masih berada di bawah standar rata-rata yang ditetapkan pemerintah. Saya harap di perusahaan ini kelak akan ada perbaikan, karena saya senang bekerja di sini.

Sembari bekerja di apahabar.com, saya masih sering menerima order cetak atau pun servis komputer di luaran. Hal ini semata-mata demi menjaga agar dapur tetap ngepul.

Memasuki tahun 2021, merupakan tahun terberat di semua lini usaha. Pasalnya, banyak terjadi PHK besar-besaran akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda. Untunglah saya tidak termasuk yang di PHK kala itu.

Di sela-sela kesibukan, saya menyempatkan diri mempelajari beberapa hal terkait dunia IT. Mulai dari SEO, digital marketing, website building, dan beberapa hal teknis lainnya.

Karena hal tersebut saya kemudian secara resmi merangkap jabatan sebagai desainer grafis yang juga mengurusi soal website di kantor.

Multimedia Content Creator

Pertengahan 2021, saya ditunjuk untuk mengisi konten yang ada di tiktok apahabar. Kala itu pengikutnya masih kisaran 500an.

Tidak seperti instagram dan facebook yang dikerjakan beramai-ramai. Ngurus tiktok solo itu kurang asyik.

Akhirnya, saya mulai belajar bagaimana membuat sebuah konten video tanpa voiceover dan menampilkan wajah. Saya belajar dari beberapa sosial media online yang sudah lumayan besar. Seperti kumparan, bpost, detik, narasi, opini id, dan banyak lainnya.

Pengikut tiktok apahabar kemudian naik drastis setelah saya rutin meng-upload video. Terkadang ketika ada anak magang, saya juga ikut mengajari mereka untuk membantu tugas saya.

Namun makin ke sini, saya rasa tidak ada perhatian dari redaksi, ataupun dewan direksi terhadap apa yang saya kerjakan. Mungkin mereka mengira hal tersebut mudah untuk dilakukan.

Boro-boro reward, saat rapat besar pun kadang pertumbuhan media sosial tiktok jarang tersentuh ke dalam pembicaraan. Akhirnya, ketika pengikut sudah mencapai 25ribu saya mulai uring-uringan untuk mengerjakan konten.

Saya pun mulai agak fokus mengerjakan beberapa proyek pribadi yang sejak 2020 lalu saya kerjakan bersama seorang teman.


Kerjaan Sampingan

Selain bekerja di perusahaan orang lain, saya pun berfikir bagaimana untuk bisa menghasilkan sendiri, jika suatu saat saya tidak bekerja lagi di sana.

Saya dan seorang teman bekerja sama untuk membuat sebuah agensi yang bergerak di bidang IT. Walaupun masih dijalankan secara kecil-kecilan, namun kami sudah mengerjakan beberapa proyek terbilang cukup mumpuni dan profesional.

Agensi tersebut kami namakan Hancau Creative Digital. Kami melayani mulai dari pembuatan website, konten media sosial, IT support, desainer grafis, dan beberapa hal teknis lainnya terkait dunia IT.

Walaupun tidak memiliki badan hukum, kami selalu profesional dalam mengerjakan proyek yang diberikan oleh klien.

Full IT Support

Tahun 2022, saya masih bekerja di apahabar. Hingga akhirnya, perusahaan ini melakukan ekspansi dan kini berkantor pusat di Jakarta. 

Pertengahan tahun 2022, saya diberangkatkan ke Jakarta untuk mempelajari CMS website yang baru. Untuk kemudian disosialisasikan kepada teman-teman yang ada di Banjarmasin. 

Oktober lalu perusahaan melakukan perekrutan karyawan baru, salah satunya desainer grafis untuk menggantikan saya. Beban pekerjaan saya sudah mulai agak ringan. 

Sejak saat itu saya sudah tidak lagi menjabat sebagai desainer grafis, namun berganti menjadi IT support untuk website apahabar yang ada di Banjarmasin.

Sebagai IT support, tugas saya antara lain mencakup analisis data dari Google Analytics, analisis Google AdSense, SEO, dan beberapa hal teknis lainnya yang berhubungan dengan website dan perangkat komputer di kantor.

Saya dengar UMP tiap provinsi tahun 2023 bakal naik. Saya harap akan ada penyesuaian terhadap gaji yang biasa saya terima setiap bulannya.

Pekerjaan ini selesai, di bulan Februari 2024, karena media tersebut harus tutup dan tidak lagi boleh beroperasi.


Freelance Video Editor

Pada kuartal keempat di tahun 2023 saya bekerja sebagai freelance video editor untuk salah satu project Denny Sumargo. Namun itu hanya kontrak selama 3 bulan.

Namun kabar gembiranya, sebulan kemudia saya dikontak kembali oleh tim marketing mereka dan ditawari pekerjaan freelance dan akan dibayar per video. 

Dengan negosiasi yang tidak begitu alot, dan ini merupakan pekerjaan perdana freelance saya sebagai video editor, saya pun menyetujui tawaran dari mereka.

Hingga saat ini saya masih aktif melakukan editing untuk project nya Denny Sumargo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar